Selasa, 28 April 2009

RECEIVER DRIER

Dryer / Filter (AC Mobil) Honda - Suzuki - Toyota - Daihatsu - Mitsubishi - BMW - Mercy - KIA - Hyundai - DLL - Dryer / Filter (AC Mobil) Honda - Suzuki - Toyota - Daihatsu - Mitsubishi - BMW - Mercy - KIA - Hyundai - DLL DRYER/FILTER:
Saringan dikonstruksi berupa tabung silinder yang di dalamnya terdapat sel silika yang menyerap uap air pada zat pendingin. Pada bagian atas saringan kebanyakan dilengkapi dengan kaca pengontrol untuk melihat zat pendingin yang beredar dalam sistem.Biasanya pada saringan dua buah saklar yang bekerja berdasarkan tekanan atau temperatur (saklar menghubung bila tekanan atau temperatur dalam saringan melebihi melebihi dari batas maksimal). Kadang-kadang saringan dilengkapi juga dengan tutup pengaman yang terbuat dari wood metal, tutup pengaman ini akan cair bila temperatur zat pendingin mencapai batas yang ditentukan.

RECEIVER DRIER
Receiver dryer berfungsi untuk menampung refrigerant cair. Receiver drier dilengkapi dengan filter, desiccant, sight glass dan fusible plug. Filter berfungsi membersihkan kotoran yang ada dalam refrigrant. Fungsi filter tersebut sangat penting sebab jika refrigerant kotor akan menyebabkan karat pada komponen-komponen pada sistem AC. Desiccant berfungsi untuk mencegah terjadinya pembekuan kotoran di dalam lubang katup expansi dan evaporator. Kotoran yang membeku tersebut menghambat aliran refrigrant, fusible plug berfungsi sebagai alat sebagai alat pengaman . Jika kondensor rusak atau beban pendinginan berlebihan, maka tekanan aakan merusak komponen, dalam keadaan ini solderan khusus pada fusible plug meleleh sehingga refrigrant dapat keluar. Dengan demikian, komponen tidak rusak dan solderan khusus tersebuh meleleh pada suhu 95derajatC sampai dengan 100derajatC

V6

Revolusi Baru Honda All New Full Size Accord

(http://autos.okezone.com/images-data/content/2008/03/04/52/88781/2eMRj1zXA0.jpg)

TIDAK berlebihan apabila all new full size Accord sebagai produk revolusioner. Honda mengadakan perubahan mendasar pada model Accord-nya. Selain desain yang lebih besar mobil ini merupakan produk Honda pertama di Indonesia yang menggunakan teknologi Variable Cylinder Management (VCM).

Dengan teknologi ini, mesin akan mengatur sistem pengendaraan secara otomatis dengan 3, 4, atau 6 silinder sesuai dengan kondisi jalan. Konsumsi bahan bakarnya pun semakin efisien.

Selain itu, desainnya yang lebih besar dan lapang serta pengaplikasian teknologi-teknologi interior, dan pengamanan, menempatan Accord sebagai kendaraan yang bisa disetarakan dengan sedan premium. Walaupun bermesin besar, new Accord sudah memenuhi standar emisi Euro 4. Sebanyak 95 persen dari kandungan materialnya pun juga menggunakan bahan yang dapat di daur ulang.

Dari sisi eksterior new Accord, menerapkan desain yang sama sekali baru dengan menekankan kedinamisan, atletis, sekaligus mewah. Karakter tajam dan kuat terlihat dari bentuk bonnet yang memanjang ke depan dan melebar sehingga semakin menggambarkan sosok kendaraan yang besar. Front Grill berbahan krom dengan enam sudut yang tegas berpadu dengan headlight multi reflector yang mewah. Bentuk bodi samping yang besar dan kuat dihiasi dengan garis karakter yang tajam terbentang dari bagian depan hingga belakang kendaraan. Kemewahan di bodi bagian samping semakin kental dengan side window molding dan door handle berbahan krom.

Sementara tampak belakang Honda Accord membentuk 3 dimensi yang merupakan perpaduan antara atap dan pilar. Bentuk lampu belakang tajam dan besar dengan multi reflector untuk memberikan sinyal rem yang terang dengan penyinaran unik berbentuk melingkar.

Secara dimensi, Honda Accord kini memiliki ukuran terbesar di kelasnya, dengan total panjang bodi keseluruhan 4.935 mm, lebih panjang 80 mm dari model sebelumnya. Lebar bodi Honda Accord kini 1.845 mm, bertambah 24 mm dibanding sebelumnya, dengan tinggi 1.475 mm atau lebih tinggi 25 mm dibanding model sebelumnya.

Memasuki kabin, nampak ruang yang lebih lapang dengan tampilan sekelas sedan premium. Ini dapat dilihat dari materi berkualitas serta fitur-fitur berteknologi tinggi. Honda Accord memiliki interior terluas di kelasnya dengan tambahan volume 3,2 persen dibanding model sebelumnya. Wheelbase yang lebih panjang sebanyak 30 mm dan lantai yang lebih rendah 15 mm menambah leg room 35 mm dibanding model sebelumnya, sehingga penumpang di bangku belakang dapat duduk dengan lebih nyaman.

Sementara bangku depan yang menggunakan teknologi lumbar support dirancang dengan desain semi-bucket yang membulat untuk mengurangi rasa lelah pada perjalanan panjang, sekaligus menjaga penumpang tetap stabil di bangkunya saat kendaraan sedang menikung. Bangku pengemudi dapat diatur secara elektrik ke delapan arah dan dilengkapi dengan 2 memories untuk menyimpan posisi duduk yang telah diatur pengemudi. Sementara itu, bangku pengemudi depan juga dilengkapi fungsi pengaturan elektrik ke 4 arah.

Berkendara dengan Honda Accord semakin nyaman dengan sistem audio premium yang dapat memainkan musik dalam format CD, MP3, WMA dan AAC. Sistem audio Honda Accord juga dilengkapi dengan USB Port dan Auxiliary Jack yang terdapat di dalam konsul tengah untuk memainkan musik langsung dari memory stick maupun digital music player. Pengaturan audio dapat dilakukan langsung dari roda kemudi melalui fitur audio steering switch. Kapasitas bagasi lebih lapang dengan kapasitas 453 liter (berdasarkan pengukuran VDA) atau dapat memuat hingga 4 unit tas golf.

Honda Accord tersedia dalam varian mesin baru 3,5 liter V6 (i-VTEC), yang untuk pertama kalinya diperkenalkan untuk sebuah mobil Honda di Indonesia. Mesin ini memiliki 6 silinder dengan konfigurasi V yang mampu menghasilkan tenaga maksimal sebesar 275 ps pada 6200 rpm dengan torsi maksimal 34.6 kgm pada 5000 rpm.

Performa mesin 3,5 liter V6 i-VTEC semakin disempurnakan dengan penambahan teknologi Varible Cylinder Management (VCM), yang mampu mengatur jumlah silinder yang aktif dalam melakukan pembakaran sesuai dengan beban mesin, medan yang dilalui, serta kecepatan kendaraan.

Pada saat mobil membutuhkan tenaga, seperti dalam keadaan mendaki atau akselerasi, VCM mengatur mesin agar beroperasi penuh dengan 6 silinder untuk menghasilkan kekuatan yang besar. Saat beban mesin dalam kondisi sedang, mesin bekerja dengan 4 silinder untuk menghasilkan tenaga yang efisien. Sementara saat kendaraan bergerak dalam kecepatan rendah atau dalam kondisi cruising, maka hanya 3 silinder yang bekerja untuk memaksimalkan efisiensi bahan bakar.

Selain itu, mesin ini juga dilengkapi dengan teknologi Active Control Engine Mount System (ACM), yang bekerja secara aktif untuk menyesuaikan kekuatan pegas dan posisi mesin secara berkesinambungan sesui dengan perubahan putaran mesin dan perubahan kecepatan kendaraan. Teknologi ini berfungsi untuk mengurangi efek getaran mesin sehingga menambah kenyamanan berkendara.

Sementara mesin 2,4 liter i-VTEC untuk varian Honda Accord VTi dan Vti-L memiliki kekuatan maksimal 180 ps pada 6500 rpm, lebih besar 10 ps dari model sebelumnya, dengan torsi yang lebih efisien, yaitu 23.0 kgm pada 4500 rpm. Mesin ini juga memberikan keseimbangan optimal antara tenaga dengan efisiensi bahan bakar.

Kedua pilihan varian mesin tersebut juga didukung dengan teknologi Drive by Wire , yang berfungsi untuk mengatur buka tutup katup mesin secara elektronik untuk membuat laju kendaraan lebih halus, presisi dalam akselerasi, dan hemat bahan bakar.

Sistem transmisi otomatis 5 percepatan pada Honda Accord dilengkapi dengan fitur shift hold control. Fitur ini adalah sistem pengaturan perpindahan transmisi secara komputerisasi dan terintegrasi dengan Grade Logic Control, untuk mengatur perpindahan transmisi berdasarkan kecepatan dan akselerasi terutama pada jalan berliku. Fitur Shift Hold Control mampu mencegah terjadinya perpindahan gigi yang tidak perlu sehingga mengurangi efek shift shock dan membantu efisiensi bahan bakar.

Adanya paddle shift memberikan keleluasaan dalam berkendara layaknya transmisi manual dengan melakukan perpindahan gigi melalui dua tuas kecil di belakang roda kemudi.

All-New Full Size Honda Accord telah melalui berbagai tes benturan pada bermacam kecepatan dan dari berbagai sudut, juga dengan menggunakan penghalang dan kendaraan lain dari berbagai ukuran, sebagai simulasi kecelakaan pada keadaan sebenarnya di fasilitas crash test Honda. Pada akhirnya, Honda Accord terbukti berhasil memenuhi standar keamanan tertinggi dengan meraih sertifikat bintang lima dari NCAP (New Car Assesment Program).

Honda Accord juga dilengkapi dengan sistem keamanan aktif terdepan seperti Vehicle Stability Assist (VSA) yang membantu kendaraan untuk selalu stabil, terutama pada jalan yang licin dan sistem pengereman yang telah dilengkapi dengan ABS (Anti-lock Braking System), EBD (Electronic Brake-Force Distribution) dan BA (Brake Assist). Selain itu, lampu depan Honda Accord kini menggunakan teknologi High Intensity Discharge (HID) dengan sistem Auto Leveling. Sistem ini mampu menyesuaikan sudut pancaran lampu depan saat mobil berada dalam posisi menanjak atau menurun, dengan tujuan menghindari silau pada kendaraan yang berlawanan arah (untuk tipe Vti-L dan V6).

All-New Full Size Honda Accord dirancang dengan desain bodi monocoque menerapkan teknologi G-Force Control (G-CON) yang secara efektif menyerap dan menyebarkan energi benturan saat terjadi tabrakan. Teknologi tersebut didukung dengan Advanced Compatibility Engineering (ACETM) yang meningkatkan kompatibilitas jika terjadi tabrakan dengan kendaraan lain dari berbagai ukuran, sekaligus melindungi keamanan kabin penumpang.

Penumpang di dalam kabin Honda Accord semakin aman dengan tersedianya Dual i-SRS Airbag, dengan sistem pintar 2 tahap yang dapat mengembang dengan mengkalkulasikan kecepatan dan kerasnya benturan untuk meminimalkan cedera yang pada pengendara dan penumpang. Untuk varian 3,5 liter V6 juga tersedia side airbag yang melindungi penumpang di bangku belakang saat terjadi tabrakan. Fitur tersebut dilengkapi dengan Occupant Position Detection System (OPDS) yang akan melacak posisi duduk penumpang dan menentukan aman atau tidaknya airbag untuk meletup.

Dengan pengaplikasian desain serta teknologi terbaru tersebut, Honda Accord semakin membuktikan dirinya sebagai sedan yang menjadi benchmark di kelasnya dalam pengaplikasian teknologi dan desain. Mobil yang telah diluncurkan di Amerika September 2007 ini, berpeluang meraih kembali hati konsumen di Indonesia.

EGR

Memahami Fungsi Selang Vacuum

by Saftari




Pada mesin mobil kita ditemukan selang-selang vacuum, dalam hal ini yang akan dibahas adalah selang vacuum yang terpasang pada Throttle Body.

Jadi.. di dalam throttle body tersebut banyak sekali goa semutnya.. alias banyak jalur2 rongga udara.

Perjalanannya kira2 begini.



Gambar 1.



Gambar 2.



Gambar 3.

Pada saat idle atau bejek gas,.. udara dari lubang A menghisap melalui selang vacum Y (hitam garis kuning) (gambar 1) , dimana selang tersebut mengalir ke Thermo Valve (gambar 2) . Sebelum thermo valve mencapai suhu 80C, hisapan disalurkan ke selang bercabang (hitam garis hijau) satu selang menuju EGR Valve (gambar 3), sedang cabang satunya lagi dikembalikan ke throttle body (gambar 1) (selang hitam garis hijau) ke lubang E.

Dengan kata lain, hisapan (vacuum) tadi digunakan untuk mengaktifkan vacuum EGR Valve, sisanya dikembalikan ke intake.

Saat panas: Saat suhu mesin mencapai 80C, thermo valve (gambar 2) akan membuka, sehingga EGR valve menjadi membuka. Begitchuuu kira kira...

Ini gambar pemasangan selang vacuum pada beberapa mesin Mitsubishi



Apaan sih EGR Valve itu? :
EGR singkatan dari : Exhaust Gas Recirculation

EGR valve mengirim sebagian gas buang kembali ke dalam silinder untuk mengurangi suhu pembakaran. Ini diperlukan karena NOx (nitrous oxides) (gas berbahaya) akan terbentuk ketika suhu pembakaran mencapai di atas 1300Celcius. Ini terjadi akibat nitrogen bercampur dengan oksigen. Setelah itu NOx akan bergerak dari exhaust bersama hydrocarbon dalam bentuk kabut disirkulasikan kembali ke intake manifold untuk masuk ke silinder. Dari sini akhirnya suhu pembakaran bisa diperkecil.

Dengan memperkecil suhu pembakaran, maka akan memperkecil kadar NOx yang berbahaya itu.

Sehingga NO yang keluar dari knalpot akan sedikit.

Ada 2 macam EGR valve:

1. diaktifkan oleh vacuum

2. digerakkan oleh mekanik atau elektrik.

SOHC dan DOHC

Apa Itu SOHC dan DOHC?J
KETIKA pabrikan mobil meluncurkan mobil baru, pada brosurnya selalu tertulis spesifikasi mesin yang digunakan. Umumnya tulisan yang dicantumkan adalah teknologi mesin seperti mesin SOHC, 4 silinder, 8 katup segaris atau DOHC, 4 silinder dan 16 katup.

Tentu timbul pertanyaan, apa itu SOHC dan DOHC? Kemudian mengapa mesin yang memiliki jumlah silinder sama bisa berbeda jumlah katupnya ?

Antara SOHC dengan DOHC memang memiliki perbedaan konsep yang besar. Kedua istilah tersebut berbicara mengenai mekanisme pergerakan katup. SOHC merupakan singkatan dari Single OverHead Camshaft, sedangkan DOHC adalah kepanjangan dari Double OverHead Camshaft. Terlihat dari dari kedua singkatan tersebut ada satu kata yang sama yaitu, camshaft atau noken as. Memang pada noken as inilah terletak perbedaan kedua teknologi tersebut.

Camshhaft atau noken as memiliki fungsi untuk membuka tutup katup isap dan katup buang. Katup isap bertugas untuk mengisap campuran bahan bakar udara ke dalam ruang bakar. Sebaliknya, katup buang memiliki tugas untuk menyalurkan sisa pembakaran ke knalpot.

Sebenarnya teknologi mekanisme katup tidak hanya SOHC dan DOHC, tetapi masih ada sistem lain yang disebut OHV (Over Head Valve). Mekanisme kerja katup ini sangat sederhana dan memiliki daya tahan tinggi. Penempatan camshaft-nya berada pada blok silinder yang dibantu valve lifter dan push rod diantara rocker arm.

Mekanisme OHV banyak dipakai oleh mesin diesel truk yang hanya membutuhkan torsi. Karena pengembangan teknologinya terbatas, sistem OHV sudah jarang digunakan lagi pada mesin bensin.

Para ahli otomotif terus berpikir untuk menciptakan sistem mekanisme katup baru. Mereka pun beralih ke model OverHead Camshaft (OHC) yang menempatkan noken as di atas kepala silinder. Noken as langsung menggerakkan rocker arm tanpa melalui lifter dan push rod. Camshaft digerakkan oleh poros engkol melalui rantai atau tali penggerak.

Tipe ini sedikit lebih rumit dibandingkan dengan OHV. Karena tidak menggunakan lifter dan push rod, bobot bagian yang bergerak menjadi berkurang. Ini membuat kemampuan mesin pada kecepatan tinggi cukup baik karena katup mampu membuka dan menutup lebih presisi pada kecepatan tinggi. OHC yang memakai noken as tunggal sebagai tempat penyimpanan katup isap dan buang sering disebut sebagai SOHC. Setiap noken as untuk setiap silinder hanya mampu menampung 2 katup, 1 isap, dan 1 buang. Oleh karena itu, mesin yang memiliki 4 silinder pasti hanya bisa memakai 8 katup.

Keinginan untuk membuat mesin yang lebih bertenaga dibandingkan model SOHC, mendorong lahirnya teknologi DOHC. Mesin DOHC mempunyai suara yang lebih halus dan performa mesin yang lebih baik dari pada SOHC karena masing-masing poros pada mesin DOHC memiliki fungsi berbeda untuk mengatur klep masuk dan buang. Sementara itu, pada mesin SOHC, satu poros sekaligus bertugas mengatur buka/tutup klep masuk/buang sehingga pembakaran yang terjadi pada mesin DOHC lebih maksimal dan akselerasi mobil bermesin DOHC menjadi lebih baik.

DOHC memakai dua noken as yang ditempatkan pada kepala silinder. Satu untuk menggerakkan katup isap dan satu lagi untuk menjalankan katup buang. Sistem buka tutup ini tidak memerlukan rocker arm sehingga proses kerja menjadi lebih presisi lagi pada putaran tinggi.

Konstruksi tipe ini sangat rumit dan memiliki kemampuan yang sangat tinggi dibandingkan dua teknologi lainnya. Mekanisme katup DOHC bisa dibagi menjadi dua model, yaitu single drive belt directly dan noken as intake (isap) yang digerakkan roda gigi.

Pada teknologi pertama, dua noken as digerakkan langsung dengan sebuah sabuk. Sedangkan pada model kedua, hanya salah satu noken as yang disambungkan dengan sabuk. Umumnya adalah bagian roda gigi katup intake. Antara roda gigi intake disambungkan dengan roda gigi exhaust (buang), sehingga katup exhaust akan turut bergerak pula.

Adanya dua batang noken as memungkinkan pabrikan untuk memasangkan teknologi multikatup dan katup variabel pada mesin DOHC. Dalam satu silinder bisa dipasang lebih dari satu katup. Saat ini umumnya pabrikan menggunakan model 2 katup isap dan 2 katup buang, sehingga mesin DOHC yang memiliki 4 silinder bisa memasang 16 katup sekaligus.

Sebenarnya mesin 4 langkah mempunyai 4 proses kerja, yaitu langkah isap, kompresi, usaha, dan buang. Tetapi bekerjanya katup hanya membutuhkan katup isap dan buang, karena sisa proses lainnya terjadi di ruang bakar. Mekanime pergerakan katup diatur sedemikian rupa sehingga noken as berputar satu kali untuk menggerakkan katup isap. Sedangkan untuk katup buang sebanyak 2 kali berputarnya poros engkol.

Gerakan "noken as"

Noken as membuka dan menutup katup sesuai timing yang telah diprogram. Noken as digerakkan oleh poros engkol dengan beberapa metode, yaitu timing gear, timing chain, dan timing belt. Metode timing gear digunakan pada mekanisme katup jenis mesin OHV yang letak sumbunya di dalam blok silinder. Timing gear umumnya menimbulkan bunyi yang besar dibandingkan model rantai (timing chain), sehingga mesin bensin OHV menjadi kurang populer dibandingkan model lainnya.

Model timing chain dipakai untuk mesin SOHC dan DOHC. Noken as digerakkan oleh rantai (timing chain) dan roda gigi sprocket sebagai ganti dari timing gear. Timing chain dan roda gigi sprocket dilumasi dengan oli.

Tegangan rantai diatur oleh chain tensioner. Vibrasi getaran rantai dicegah oleh chain vibration damper. Noken as yang digerakkan rantai hanya sedikit menimbulkan bunyi dibandingkan dengan timing gear, sehingga banyak diadopsi pabrikan.

Teknologi timing belt lahir dari kebutuhan akan mesin yang bersuara senyap. Model sabuk ini tidak menimbulkan bunyi kalau dibandingkan dengan rantai. Selain itu tidak memerlukan pelumasan dan penyetelan tegangan. Kelebihan lainnya adalah belt lebih ringan dibandingkan rantai. Belt penggerak dibuat dari fiberglass yang diperkuat karet sehingga memiliki daya regang yang baik. Belt juga tidak mudah meregang bila terjadi panas. Oleh karena itu, model belt kini banyak dipasang pada mesin modern

VCM

Teknologi Variable Cylinder Management (VCM) E-mail
Written by Yudha

Image

Teknologi Variable Cylinder Management (VCM) adalah sebuah teknologi yang membuat mesin mampu mengatur jumlah silinder yang aktif dalam melakukan pembakaran sesuai dengan beban mesin, medan yang dilalui, serta kecepatan kendaraan.

Cara Kerja VCM
- Beban Mesin Berat
Pada saat mobil membutuhkan tenaga, seperti dalam keadaan mendaki atau akselerasi, VCM mengatur mesin agar beroperasi penuh dengan 6 silinder yang bekerja secara bersamaan untuk pembakaran bahan bakar yang optimal dan menghasilkan kekuatan yang besar.

Image

- Beban Mesin Sedang
Saat kendaraan melaju dengan kecepatan sedang atau melakukan akselerasi dengan perlahan, VCM menutup dua buah katup sehingga mesin bekerja dengan 4 silinder, untuk menghasilkan keseimbangan optimal antara tenaga dan efisiensi bahan bakar.

- Beban Mesin Rendah

Pada saat kendaraan bergerak dalam kecepatan rendah atau dalam kondisi cruising, maka hanya 3 silinder segaris yang bekerja untuk memaksimalkan efisiensi bahan bakar.

Image

Teknologi VCM ini adalah untuk menjawab kebutuhan lingkungan sekaligus kebutuhan ekonomis mobil-mobil besar, karena harga minyak mentah dunia terus melambung dan teknologi VCM ini telah digunakan oleh Honda pada mesin 3,5 liter V6 i-VTEC yang dipakai oleh All New Full Size Honda Accord.

VTEC

Teknologi Mesin i-VTEC
Minimalkan Gas Buang dan Irit BBM

JAKARTA – Honda dalam pengembangan teknologi mesin otomotif di kawasan Asia bahkan global, terbilang unggul. Teknologi CVCC (compound-vortex controlled combustion), yakni teknologi irit bensin yang diterapkan pada Honda Civic di awal 1970-an, membuat Honda Motor Co melambung. Pelajaran dari CVCC membawa pabrik mobil tersebut melahirkan variable valve timing and lift electronic control (VTEC) yang pertama kali digunakan tahun 1990 pada Acura NSX, sport car pertama buatan Honda.
Teknologi ini mampu menghasilkan peforma tinggi yang dibutuhkan sport car, namun tetap hemat bahan bakar. Teknologi VTEC ini lalu menjadi terobosan teknologi ramah lingkungan Honda Motor Co. VTEC kemudian diterapkan pada roadster Honda S2000 dan model-model lain.
Honda menyempurnakan VTEC dengan menggabungkan VTC (variable timing control), jadilah apa yang disebut i-VTEC (intelligent-variable valve timing & lift electronic control). Keunggulan teknologi ini, meningkatkan daya pada kecepatan rendah, menengah dan tinggi. Sekaligus meningkatkan efisiensi bahan bakar dan mengurangi emisi gas buang.
Untuk memahami cara kerja i-VTEC, seperti yang diterangkan Surianto Yunianto, instruktur teknis PT Honda Prospect Motor pada acara Honda Media Workshop, belum lama ini, VTEC, hanya bekerja pada katup masuk. Filosofi VTEC adalah ”pasok bensin dulu harus dipahami kerja VTEC dan CVT. secukupnya pada tiap putaran mesin”.
Pasokan bensin ke ruang bakar dilakukan lewat katup masuk yang dikontrol camshaft. Camshaft itu batang melintang di atas silinder. Ketika camshaft berputar pada porosnya, tonjolan ini ikut berputar dan memukul rocker arm yang mendorong batang katup, sehingga katup terbuka. Ketika tonjolan sudah lewat, katup tertutup lagi.
Honda membuat dua tonjolan cam pada tiap silinder. Tonjolan pertama disebut cam primer dan yang lebih kecil disebut cam sekunder. Pada putaran rendah atau idle/langsam, kedua katup bergerak sendiri-sendiri. Karena cam sekunder lebih kecil maka bukaan katupnya juga kecil. Maka pasokan bahan bakarnya pun sedikit, sesuai kebutuhan saat itu.

Putaran Mesin
Keunikan teknologi ini terlihat pada putaran mesin 2200-2500 rpm. Sebuah piston pada rocker arm primer mengunci rocker arm sekunder. Gerakan piston ini didorong oleh tekanan oli. Hasilnya, kedua katup bergerak bersama yang dikontrol cam primer.
Sementara VTC juga bekerja pada cam masuk. Tugasnya menggeser fasa cam maju/mundur maksimal 50 derajad. Akibatnya, bukaan katup masuk, overlap dengan katup buang. Hasilnya, sebagian gas buang yang seharusnya terdorong keluar seluruhnya, terhisap masuk kembali dan dibakar. Inilah yang menurut Surianto membuat mesin lebih efisien dan ramah lingkungan.
Bagaimana VTC bekerja? Pergeseran cam dilakukan oleh VTC Actuator yang bekerja sesuai dengan aliran oli yang dikontrol VTC OCV (oil control valve). Oli ini bergerak dari pompa oli. Jika mesin sudah dijalankan, tekanan oli yang dihasilkan pompa oli akan meningkat hingga mencapai level tertentu yang membuat pin lock membuka dan actuator bekerja. Pergeseran maju mundur dikontrol VTC OCV.
Otak dari kerja VTC adalah ECM/PCM atau lebih dikenal sebagai ECU (electronic control unit). Unit ini mengkalkulasi data dari sensor-sensor untuk menentukan apakah OCV harus mengeluarkan perintah mundur atau maju pada actuator. Bila terjadi trouble, misalnya oli tidak bekerja sempurna, CVT tidak akan bekerja, tapi VTEC tetap berfungsi. Teknologi mesin i-VTEC bisa disaksikan pada Honda New CRV dan Honda New Accord yang banyak wara-wiri di jalan